Pernahkah kamu membaca label makanan dan menemukan kata-kata asing yang terdengar ilmiah? Ternyata, sebagian dari istilah tersebut bisa jadi berasal dari babi, hewan yang haram dikonsumsi oleh umat Muslim.
Masalahnya, produsen tidak selalu menuliskan kata "babi" atau "pork" secara langsung. Mereka menggunakan nama teknis, kode, atau istilah ilmiah yang terdengar netral. Bagi konsumen yang tidak tahu, hal ini bisa menjadi jebakan yang tidak disadari.
Artikel ini merangkum nama-nama lain turunan babi yang sering muncul di label makanan, agar kamu lebih waspada dan bisa berbelanja dengan lebih tenang.
1. Nama langsung turunan babi
Ini adalah istilah yang secara eksplisit mengacu pada daging atau bagian tubuh babi, tapi sering ditulis dalam bahasa Inggris atau Latin sehingga tidak langsung dikenali:
2. Gelatin : Tersembunyi, Wajib Hati - hati!
Gelatin adalah salah satu bahan yang paling sering mengandung babi. Ia terbuat dari tulang, kulit, dan jaringan ikat hewan — dan mayoritas gelatin komersial berasal dari babi (porcine gelatin).
Gelatin banyak digunakan dalam: permen jelly, marshmallow, kapsul obat & suplemen, yoghurt, es krim, dan produk roti.
3. Kode E-number yang patut diperhatikan
Badan regulasi pangan menggunakan kode "E" untuk bahan tambahan makanan. Beberapa di antaranya bisa berasal dari babi, meskipun ada juga yang halal tergantung sumbernya:
Apa arti status di tabel ini?
Waspadai — Bahan ini diketahui umumnya berasal dari babi atau berpotensi besar mengandung turunan babi. Hindari jika produk tidak memiliki sertifikat halal resmi.
Syubhat — Artinya meragukan. Bahan ini bisa berasal dari sumber halal (sapi, ikan, atau tumbuhan) maupun dari babi, tergantung produsennya. Tanpa label halal, statusnya tidak bisa dipastikan tanpa konfirmasi langsung ke produsen.
Halal — Bahan ini secara umum berasal dari sumber yang halal. Namun tetap periksa label halal pada produk karena proses produksi juga ikut berpengaruh.
Apa itu kode E?
Kode E adalah sistem penomoran resmi yang digunakan untuk bahan tambahan pangan. Kode ini dipakai di seluruh dunia, termasuk pada produk impor yang beredar di Indonesia — jadi penting untuk dikenali.
Yang perlu dipahami, satu kode E yang sama bisa memiliki sumber yang berbeda-beda tergantung produsennya. Misalnya E471 bisa dibuat dari lemak sawit (halal) atau lemak babi (haram) — keduanya tetap ditulis dengan kode yang sama di label. Itulah mengapa keberadaan sertifikat halal resmi menjadi satu-satunya cara pasti untuk memverifikasi status sebuah produk.
4. Enzim dan bahan proses dari babi
Beberapa bahan ini digunakan dalam proses produksi, bukan sebagai bahan utama, sehingga tidak selalu tercantum di label, namun tetap relevan untuk diketahui:
5. Kata kunci yang perlu diwaspadai
Selain nama spesifik di atas, ada beberapa kata atau awalan yang bisa menjadi petunjuk bahwa suatu bahan berasal dari babi:
Tips praktis saat berbelanja


