infohalal

Nama Lain Babi dalam Label Makanan yang Perlu Diwaspadai

April 13, 2026
Penulis
Team Info Halal
Isi Artikel

Pernahkah kamu membaca label makanan dan menemukan kata-kata asing yang terdengar ilmiah? Ternyata, sebagian dari istilah tersebut bisa jadi berasal dari babi, hewan yang haram dikonsumsi oleh umat Muslim.

Masalahnya, produsen tidak selalu menuliskan kata "babi" atau "pork" secara langsung. Mereka menggunakan nama teknis, kode, atau istilah ilmiah yang terdengar netral. Bagi konsumen yang tidak tahu, hal ini bisa menjadi jebakan yang tidak disadari.

Artikel ini merangkum nama-nama lain turunan babi yang sering muncul di label makanan, agar kamu lebih waspada dan bisa berbelanja dengan lebih tenang.

Catatan penting: Tidak semua istilah di bawah ini pasti berasal dari babi. Beberapa bisa berasal dari sumber lain (sapi, tumbuhan, atau sintesis). Namun jika produk tidak berlabel halal resmi, sebaiknya tanyakan langsung ke produsen atau hindari.

1. Nama langsung turunan babi

Ini adalah istilah yang secara eksplisit mengacu pada daging atau bagian tubuh babi, tapi sering ditulis dalam bahasa Inggris atau Latin sehingga tidak langsung dikenali:

Bagian daging
Pork Swine Ham Bacon Lard Sus scrofa
Lemak & kulit
Pork fat Pork rinds Lard Schmaltz Suet
Olahan
Sausage Pepperoni Salami Chorizo Prosciutto

2. Gelatin : Tersembunyi, Wajib Hati - hati!

Gelatin adalah salah satu bahan yang paling sering mengandung babi. Ia terbuat dari tulang, kulit, dan jaringan ikat hewan — dan mayoritas gelatin komersial berasal dari babi (porcine gelatin).

Gelatin banyak digunakan dalam: permen jelly, marshmallow, kapsul obat & suplemen, yoghurt, es krim, dan produk roti.

Jika label hanya mencantumkan "Gelatin" tanpa keterangan sumber (sapi/ikan/tumbuhan), dan produk tidak berlabel halal, ini perlu diwaspadai. Gelatin halal biasanya mencantumkan "Bovine Gelatin" atau "Fish Gelatin".

3. Kode E-number yang patut diperhatikan

Badan regulasi pangan menggunakan kode "E" untuk bahan tambahan makanan. Beberapa di antaranya bisa berasal dari babi, meskipun ada juga yang halal tergantung sumbernya:

Kode Nama Kegunaan Status
E441 Gelatin Penstabil, pengental Syubhat
E120 Carmine / Cochineal Pewarna merah Syubhat
E471 Mono & Diglycerides Pengemulsi Syubhat
E472 Ester of Mono & Diglycerides Pengemulsi Syubhat
E631 Disodium Inosinate Penguat rasa (umami) Syubhat
E635 Disodium 5'-Ribonucleotide Penguat rasa Syubhat
E542 Edible Bone Phosphate Anti-kering Waspadai
E422 Glycerol / Glycerin Pelembab, pelarut Syubhat

Apa arti status di tabel ini?

Waspadai — Bahan ini diketahui umumnya berasal dari babi atau berpotensi besar mengandung turunan babi. Hindari jika produk tidak memiliki sertifikat halal resmi.

Syubhat — Artinya meragukan. Bahan ini bisa berasal dari sumber halal (sapi, ikan, atau tumbuhan) maupun dari babi, tergantung produsennya. Tanpa label halal, statusnya tidak bisa dipastikan tanpa konfirmasi langsung ke produsen.

Halal — Bahan ini secara umum berasal dari sumber yang halal. Namun tetap periksa label halal pada produk karena proses produksi juga ikut berpengaruh.

Apa itu kode E?

Kode E adalah sistem penomoran resmi yang digunakan untuk bahan tambahan pangan. Kode ini dipakai di seluruh dunia, termasuk pada produk impor yang beredar di Indonesia — jadi penting untuk dikenali.

Yang perlu dipahami, satu kode E yang sama bisa memiliki sumber yang berbeda-beda tergantung produsennya. Misalnya E471 bisa dibuat dari lemak sawit (halal) atau lemak babi (haram) — keduanya tetap ditulis dengan kode yang sama di label. Itulah mengapa keberadaan sertifikat halal resmi menjadi satu-satunya cara pasti untuk memverifikasi status sebuah produk.

4. Enzim dan bahan proses dari babi

Beberapa bahan ini digunakan dalam proses produksi, bukan sebagai bahan utama, sehingga tidak selalu tercantum di label, namun tetap relevan untuk diketahui:

Enzim
Pepsin Pancreatin Lipase (porcine) Rennet (porcine)
Lemak turunan
Lard Pork shortening Mono & Diglycerides Glycerides of fatty acids
Lainnya
Collagen (porcine) Keratin (porcine) Albumin (porcine) Porcine plasma

5. Kata kunci yang perlu diwaspadai

Selain nama spesifik di atas, ada beberapa kata atau awalan yang bisa menjadi petunjuk bahwa suatu bahan berasal dari babi:

  • Porcine — artinya "dari babi" dalam bahasa Latin. Contoh: porcine gelatin, porcine collagen.
  • Sus scrofa — nama ilmiah babi domestik. Kadang muncul di produk suplemen atau kolagen.
  • Lard — lemak babi yang digunakan dalam kue, pastri, dan gorengan.
  • Shortening — bisa berasal dari lemak nabati atau hewani. Waspada jika tidak ada label halal.
  • Natural flavors — istilah yang sangat umum. Bisa berasal dari sumber apa pun, termasuk babi.
  • Rennet — enzim untuk membuat keju. Bisa berasal dari sapi, domba, atau babi.

Tips praktis saat berbelanja

  • Utamakan produk dengan label Halal MUI yang resmi dan terverifikasi — ini cara paling aman.
  • Jika membeli produk impor, cari logo halal dari lembaga terpercaya seperti JAKIM (Malaysia), IFANCA (AS), atau HMC (UK).
  • Gunakan aplikasi seperti Halal MUI atau ScanHalal untuk cek produk via scan barcode.
  • Jika ragu dengan satu bahan, cari produk alternatif atau hubungi customer service produsen untuk konfirmasi.
  • Produk berlabel "vegetarian" atau "vegan" umumnya bebas dari bahan hewani, tapi bukan jaminan halal sepenuhnya.

"Menjadi konsumen yang cerdas bukan berarti paranoid — cukup dengan membaca label sebelum membeli. Sedikit waktu untuk membaca bisa menjaga ibadah dan ketenangan hati."